Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya yang berjudul “Simak Cara Urus Surat Pindah Nikah Kalau Kamu Beda Daerah dengan Calonmu”. Jadi biar nyambung, jangan lupa baca artikel sebelumnya ya Happy Couples.

Setelah salah satu calon mempelai mengurus surat pindah nikah yang ditandai dengan adanya surat terbungkus amplop dari KUA asal, maka surat ini perlu dibawa oleh salah satu mempelai yang dijadikan tempat akad nikah. Sehingga kali ini dinamakan mengurus surat ijin nikah. Lihat tahapan urus surat nikahnya kali ini:

Tahapan urus surat nikah

Step 1: Pendaftaran Surat Ijin Nikah di KUA Tujuan

Mengurus surat ke RT, RW dan Kelurahan Tujuan

Proses ini sama seperti mengurus surat RT/RW, kelurahan asal. Dikarenakan (misalnya) pihak perempuan adalah yang ditentukan sebagai tempat akad nikah, maka keperluannya mengurus surat ini bukan ngurus surat pindah nikah, tapi ngurus surat ijin nikah.

Oleh RT/RW setempat akan dibuatkan surat pengantarnya untuk dibawa ke kelurahan. Setiap RT/RW berbeda untuk tarifnya, ada yang sukarela ada yang menentukannya sekitar 10.000 rupiah. Silakan Happy Couples langsung aja hubungi RT/RW masing-masing ya, mungkin paling mahal sekitar 20.000 an lah, hehe.

Setelah itu, silakan bawa semua surat-surat yang telah diurus pada proses sebelum ini (baik surat dari kelurahan asal maupun pengantar RT/RW tempat tujuan) ke kelurahan pihak perempuan. Para proses ini kami sarankan, buat jaga-jaga, bawa aja semua berkas kependudukan dan data pribadi kita beserta fotokopinya biar ga bolak-balik kalau ada yang kurang. Sedia payung sebelum hujan aja ya kan? Hehehe. Bawa yang lengkap semua data, yaitu:

  1. KK dan KTP calon suami, sekalian fotokopinya
  2. Surat N1, N2, N4 calon suami, kalau perlu fotokopi juga yang ini buat jaga-jaga
  3. Fotokopi Akta Kelahiran kedua calon mempelai, sekalian bawa aslinya buat jaga-jaga
  4. Bawa materai jangan lupa.
  5. KK dan KTP calon istri, sekalian fotokopinya

Dari proses ini, akan mendapatkan surat N1, N2 dan N4 dari kelurahan. Untuk tarif kepengurusan surat-surat ini bisa jadi beda-beda tiap kelurahan. Bisa jadi ada kelurahan yang memang tidak memungut biaya. Tambahan: tidak semua daerah bisa mengurus surat nikah sendiri di kelurahan hingga KUA tujuan, karena di Indonesia ini ada pihak yang namanya “Modin”. Iya, seorang Modin adalah perantara atau semacam jasa resmi mengurus surat-surat nikah hingga ke KUA. Ada daerah yang memberikan pilihan untuk memakai modin atau mau ngurus sendiri, dan ada daerah yang KUA nya memang mewajibkan untuk menggunakan jasa modin. Tarif jasa modin bisa jadi juga berbeda-beda. Misalnya, mempelai di daerah Sidoarjo Jawa Timur ada yang dikenai tarif 900.000 rupiah, biaya itu sudah termasuk biaya resmi surat nikah sebesar 600.000 rupiah. Sehingga bisa kita hitung bahwa jasa pak modinnya adalah 300.000 rupiah.

(Untuk yang tidak pakai jasa modin) Berkas lengkap dari kelurahan, saatnya ke KUA Tujuan

Nah di KUA ini adalah proses terakhir untuk ngurus administrasi pernikahan, kalau sukses disini maka kita akan mendapatkan surat nikah yang sah dan asli pada saat akad nikah, Alkhamdulillah, hehehe.

Di KUA ini Inget ya gaes, setiap KUA bisa aja beda syaratnya. Jadi silakan dikroscek ke KUA masing-masing.

Pada pengalaman kami, dokumen-dokumen yang perlu kita bawa adalah:N1, N2, N4 calon suami dan calon istri

  1. N1, N2, N4 calon suami dan calon istri
  2. Fotokopi KTP calon suami dan calon istri
  3. Fotokopi KK calon suami dan calon istri
  4. Akta kelahiran calon istri, atau bawa aja juga akta kelahiran calon suami biar ga bolak-balik
  5. Ijazah terakhir calon istri, atau bawa juga ijazah terakhir calon suami
  6. Pas foto masing2 calon suami dan calon istri 4×6 sebanyak 5 lembar (background biru)
  7. Pas foto masing2 calon suami dan calon istri 2×3 sebanyak 5 lembar (background biru)

Setelah menyerahkan seluruh berkas, kita akan ditanya tanggal, jam, dan mahar pernikahannya. Jadi saat ke KUA kita harus sudah tahu maharnya apa. Saran kami nih: untuk melakukan pendaftaran nikah ke KUA, jangan mepet. Paling lambat dua bulan sebelum jadwal akad yang kita tentukan. Karena di KUA itu mesti booking jadwal pak panghulunya. Misalnya kita pengen akad nikah kita jam 09.00, tapi karena musim bulannya orang nikah, jam 09.00 itu udah dibooking oleh mempelai lain, jadilah kita perlu merevisi jadwal akad nikah kita. So, jangan mevet-mevet ya klo mau ngurus daftar nikahnya.

Step 2: Verifikasi Data Calon Mempelai

Sekitar satu bulan sebelum jadwal akad nikah, kita akan dihubungi untuk ke KUA lagi. Itu untuk verifikasi data buku nikah. Dalam istilah orang jawa, disebut RAPAK. Kita akan menghadap ke pak kepala KUA. 

Kepala KUA akan bertanya banyak untuk memverifikasi data identitas kita, baik data calon suami maupun calon istri. Misalnya kita akan ditanyai:

“Benarkah nama kamu Selena Gemez?”
“Benarkah tanggal lahirmu 31 Februari 1891?”
“Benarkah kamu lahir di California Frait Ciken?”
“Benarkah nama ayah kamu adalah Muhammad Robbin van Percie?”
“Benarkah kamu pendidikan terakhir ada S1 di Universitas Prok Prok Prok?”

Jika ada yang secara tulisan, datanya keliru, maka akan dicoret dan direvisi. Terdapat pengalaman bahwa nama orang tua tertulis berbeda antara KTP dan Akta Kelahiran ortu kita, maka tulisan nama yang dipakai adalah berdasarkan akta kelahiran. Saat itu menurut Pak Kepala KUA nya, data kependudukan yang tidak bisa direvisi hanyalah akta kelahiran, ijazah dan buku nikah, maka penulisan nama pada ketiga dokumen itu harus sama dan konsisten. Untuk data KK dan KTP bisa saja direvisi berdasarkan ketiga dokumen tersebut. Setelah verifikasi data selesai, maka kepala KUA akan memberi kita nasihat-nasihat tentang pernikahan. Kadang-kadang nasihat ini berbau 18+, apa aja itu, saksikan aja sendiri ya pada waktunya kalian disana, hahaha.

Step 3 (Terakhir): Akad Nikah, saatnya mendapatkan surat nikah dari penghulu

Ini adalah sesi pengesahan dan penyerahan buku nikah sang kemanten. Setelah pak penghulu menikahkan sang pengantin, maka buku nikah akan disiapkan untuk ditandatangani kedua mempelai dan pak penghulunya. Tsaaaaaaah….

Sumber: https://instagram.com/dunia.akhirat.bersamamu

Woilaaaa… sudah punya buku nikah doooongs… Silakan berbahagiaaa.. Jangan lupa beri amplop pak penghulunya, karena pak kepala KUA nya berpesan begitu. Sifatnya sukarela, namun beberapa daerah memiliki standar umum isi amplopnya masing-masing, ada yang 100.000 rupiah atau lebih. Silakan Happy Couples mencari pengetahuan di sesepuh daerah masing-masing yah.

Gitu deh Happy Couples, tata cara ngurus surat nikah atau administrasi pernikahan. Tambahan nih, jangan lupa jika Happy Couples sudah diberi buku nikah oleh penghulu, silakan dicek keaslian buku nikahnya ya. Minimal buat pengetahuan nih beberapa ciri-ciri surat nikah palsu yang sejauh ini beredar, yakni:

  • Potongan buku dan lambang Garuda tidak simetris,
  • Kertas lebih tipis dan kelihatan murahan,
  • Hologram terlalu mengkilap,
  • Di setiap lembar tak ada gambar Garuda jika dilihat menggunakan sinar ultraviolet.

Paparan diatas itu berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki, apabila ada update peraturan pemerintah atau perubahan tata cara, maka sangat terbuka untuk masukan dari sobat-sobat sekalian. Tengkyuuu, semoga sukses dan bahagia atas pernikahan kalian.

By Hendra